Makassar, Bappelitbangda - Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Ishak Amin Rusly, ST., MT., mewakili Plt. Kepala Bappelitbangda, memaparkan arah strategis pengembangan Wilayah Metropolitan (WM) Makassar dalam Focus Group Discussion (FGD) Penajaman Calon Lokasi/Kegiatan National Urban Transformation Program (NUTP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026).
Pengembangan WM Makassar diarahkan secara terintegrasi untuk memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai gerbang Indonesia Timur dan lumbung pangan nasional, sejalan dengan visi “Maju dan Berkarakter” serta Misi Keempat RPJMD 2025–2029 tentang pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, inklusif, dan tangguh terhadap bencana serta perubahan iklim.

Cakupan pengembangan meliputi Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros, dengan penguatan konektivitas menuju Barru dan Parepare. Prioritasnya mencakup integrasi transportasi massal, termasuk Trans Sulsel dan Kereta Api Makassar–Parepare, peningkatan jaringan jalan dan kelanjutan By Pass Mamminasata, serta penyediaan air minum, sanitasi, penanganan kawasan kumuh, persampahan, dan banjir. Penguatan tata kelola metropolitan, mitigasi bencana, serta optimalisasi kawasan strategis juga menjadi perhatian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan biru.
FGD ini diharapkan menghasilkan daftar prioritas lokasi dan kegiatan NUTP berdasarkan kebutuhan, permasalahan perkotaan, serta kesiapan program. Hasilnya menjadi rekomendasi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyelaraskan program, menentukan intervensi pembangunan, mengidentifikasi kebutuhan pendanaan, serta memperjelas pembagian peran antarpemangku kepentingan.
Bappelitbangda Sulsel mendorong kolaborasi lintas pemerintahan agar hasil pembahasan ditindaklanjuti melalui program terkoordinasi. Dukungan NUTP diharapkan meningkatkan konektivitas, kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan ketahanan iklim, sekaligus mewujudkan WM Makassar yang layak huni, produktif, dan berdaya saing sebagai penggerak ekonomi Indonesia Timur.




Komentar : ( 0 )