Makassar, Bappelitbangda - Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Melaksanakan Rakortek Pelaksanaan 8 Aksi Kovergensi Percepatan Penurunan Stunting, di Hotel Claro Makassar, Jumat, 22 November 2024.
Kegiatan ini bertujuan sebagai fungsi pembinaan pengawasan yang dilakukan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting sebagai instrumen manajerial dalam meningkatkan tata kelola, intervensi gizi spesifik dan intervensi sensitif.

Dalam sambutannya, Ir. H. Andi Bakti Haruni, C.E.S dalam hal ini mewakli Pj Gubernur Sulsel, mengatakan, patut disyukuri Sulsel mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.
"Pada saat Rakor dan Evaluasi Penanganan Stunting yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri pada tanggal 22 November 2024 diungkapkan bahwa Provinsi Sulsel masuk dalam Kategori Berdaya, kategori terbaik," ungkapnya, Jum'at, 22 November 2024.
Sementara beberapa Provinsi lainnya masih dalam Kategori Berkembang dan Kategori Tumbuh. Predikat tersebut diberikan Sulsel karena dianggap sangat serius dalam penanganan stunting di Sulsel.
“Jadi predikat Berdaya ini adalah predikat paling tinggi dalam upaya Sulsel menangani stunting. Menyusul predikat Berkembang dan Bertumbuh,” ujar Andi Bakti.
Capaian itu, lanjut Andi Bakti, tidak lepas dari arahan langsung dari Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh dan Pj Ketua TP PKK Sulsel Ninuk Triyanti Zudan. Kerap kali, Ketua PKK Sulsel turun langsung serta mengerahkan dalam upaya mengaktifkan peran PKK Kabupaten/Kota sampai tingkat Desa dan Posyandu. Apalagi belum lama ini Pemprov Sulsel melalui Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh telah meresmikan dan mengaktifkan Posyandu Era Baru.
"Diharapkan kedepan Sulsel lebih fokus pada upaya menyasar Masyarakat terpencil dan tidak terjangkau layanan kesehatan. Dan cakupannya jauh lebih luas lagi,” ujar Andi Bakti.
Dirinya menambahkan, berbagai kebijakan telah dilakukan untuk menurunkan angka prevalensi stunting di Sulawesi Selatan. Diantaranya Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pendampingan Gizi melalui kegiatan inovasi Pappadeceng Gizi, Penyusunan Pedoman Komunikasi Perubahan Perilaku, Roadmap Pencegahan dan Penanganan Wasting sebagai upaya mencegah timbulnya stunting, Pemberian Bibit Ikan dan Bibit Tanaman, Gerakan Nakan Telur dan berbagai kegiatan lainnya.
Selain itu, program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berupa Pemberian Makan Bergizi Gratis akan membantu dalam upaya penurunan angka stunting.
“Dalam penanganan stunting ini, bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan, namun semua bersinergi. Sesuai arahan Bapak Penjabat Gubernur Sulsel Prof. Zudan Arief Fahrullah agar penurunan stunting menjadi atensi dalam program kerja yang dilakukan,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung aksi konvergensi, yakni Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, Rembuk Stunting, Pendampingan 8 Aksi Konvergensi bagi Kabupaten/Kota dan Evaluasi atau Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Kabupaten/Kota.

Melalui 8 aksi tersebut, diharapkan dapat memperkuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program-program yang bersifat holistik dan terintegrasi, mulai dari Peningkatan Kualitas Data hingga Optimalisasi Pelayanan Gizi dan Kesehatan di tingkat Desa.
Berdasarkan data SKI Kondisi stunting di Sulsel pada tahub 2023 yakni 27,4 persen. Sedangkan data e-PPBMG bulan Oktober 2024 stunting 8,51 persen, under weight 8,48 persen, dan wasting 3,71 persen.
Kabupaten Bone menjadi Best Practice sebagai salah satu Kabupaten dengan pencapaian Terbaik dalam pelaporan pelaksanaan 8 aksi percepatan penurunan Stunting di web Monitoring Aksi Bangda.
Dengan memaparkan giat - giat baik dan praktik praktik baik yang dapat menjadi contoh di daerah lain, sehingga Kabupaten Bone menjadi juara satu dalam penilaian kinerja 8 aksi percepatan penurunan Stunting dan menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan insentif fiscal di tahun 2024.

Diskusi yang berlangsung mencakup strategi dan langkah-langkah konkret yang perlu diambil oleh masing-masing daerah untuk meningkatkan efektivitas program mereka juga mengumpulkan informasi dan masukan dari provinsi lain untuk memperbaiki dan meningkatkan program penurunan terima hal hal yang perlu di perbarui dalam web Monitoring Aksi Bangda.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar daerah dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta memberikan dampak positif dalam upaya penurunan stunting.
Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Erlan Triska, S.IP., M.Adm KP, Tim Stunting Bappelitbangda Prov Sulsel ikut sebagai Panitia dan peserta dan 38 Provinsi dan beberapa Kabupaten/Kota yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah Bappeda.





Komentar : ( 0 )