Makassar, Bappelitbangda - Pemerintah Indonesia melalui koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kehutanan, serta didukung secara teknis oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan Food and Agriculture Organization (FAO), saat ini tengah melaksanakan proyek hibah dari Global Environment Facility (GEF) bertajuk “Memperkuat keberlanjutan dalam sistem komoditas pangan, restorasi lahan, dan tata penggunaan lahan melalui pengelolaan lanskap terpadu untuk berbagai manfaat lingkungan di Indonesia”, yang dikenal sebagai Proyek FOLUR (Food Systems, Land Use, and Restoration).

Dalam rangka mendukung implementasi pengelolaan lahan terpadu (Integrated Landscape Management/ILM) di tingkat provinsi, Proyek FOLUR telah melaksanakan penentuan baseline data melalui Penilaian Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT) serta Studi Targeted Scenario Analysis (TSA). Langkah ini menjadi fondasi penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan dan berbasis data.
Sejalan dengan tujuan strategis tersebut, Proyek FOLUR juga menginisiasi Studi Rencana Aksi Peningkatan Produksi dan Produktivitas Komoditas Kakao dan Padi. Studi ini dirancang untuk mendorong transformasi sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap visi Pemerintah Indonesia dalam mencapai swasembada pangan nasional. Melalui pendekatan intensifikasi pertanian yang berkelanjutan, studi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan tanpa mengabaikan kelestarian fungsi lingkungan hidup melalui penerapan praktik pertanian yang baik dan bertanggung jawab.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyelenggarakan Kick Off Studi Rencana Aksi Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kakao dan Padi, serta Kick Off Studi Integrated Landscape Management (ILM) Proyek FOLUR di Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan pada 20 Januari 2026 di Hotel Harper Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, mitra pembangunan, Universitas Hasanuddin, Forum DAS, serta perwakilan sektor swasta.
Mewakili Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Andy, M.Si menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Proyek FOLUR menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengembalikan kejayaan kakao sekaligus memperkuat peran daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan perencanaan yang terintegrasi dan pelaksanaan yang kolaboratif, Sulawesi Selatan diharapkan dapat menjadi role model dalam pengelolaan pertanian padi dan kakao yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Inyo ST., MEng, hadir sebagai salah satu narasumber dengan materi berjudul “Peta Jalan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kakao dan Padi”, yang memaparkan arah kebijakan dan strategi pembangunan komoditas unggulan daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan Kick Off ini menjadi wadah konsultasi dan dialog multipemangku kepentingan untuk menyepakati arah kebijakan serta langkah implementasi pengelolaan kakao dan padi berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari proses ini mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan di Provinsi Sulawesi Selatan.






Komentar : ( 0 )