Litbang Sulsel–Unhas Hadirkan Inovasi Mitigasi Bencana: Susun Indeks Prioritas Mitigasi untuk 23 Kabupaten/Kota

Makassar, Bappelitbangda Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) II yang berlangsung pada hari Selasa (25/11), di Ruang Rapat Bidang Litbang, Gedung G Lantai 4 Bappelitbangda Sulsel. Sidang dipimpin oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Ristati Rahayu, AP., M.Si. dan dihadiri oleh Tim Pengendali Mutu, Fungsional Peneliti, Fungsional Perekayasa, Fungsional Analis Kebijakan, serta staf Bidang Litbang.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Peneliti Bidang Litbang Bappelitbangda Sulsel bersama Tim Peneliti Universitas Hasanuddin memaparkan progres sementara Kajian Mitigasi Bencana di 23 Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025. Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan peta bahaya, kerentanan, eksposur, dan kelayakan teknis (feasibility) serta merumuskan Mitigation Priority Index (MPI) sebagai instrumen objektif dalam menentukan skala prioritas penanganan mitigasi bencana di tingkat kabupaten/kota.

Latar belakang pelaksanaan kajian ini berangkat dari kondisi geografis, geologis, dan klimatologis Sulawesi Selatan yang kompleks, mulai dari pegunungan vulkanik, garis pantai yang panjang, hingga keberadaan sesar aktif yang menyebabkan tingginya risiko bencana, terutama banjir dan longsor. Di sisi lain, sejumlah dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dinilai masih memiliki akurasi rendah dan belum sepenuhnya ditindaklanjuti dalam kebijakan pembangunan daerah.

Melalui pendekatan campuran (Mixed Methods) yang mengintegrasikan analisis kuantitatif spasial-statistik dan pendekatan kualitatif partisipatif, tim peneliti berhasil merumuskan peta risiko komprehensif dan MPI yang objektif untuk 23 kabupaten/kota. Proses ini menggunakan kombinasi model WLC, LR, dan AI sehingga mampu meningkatkan ketepatan dan keseragaman standar pemodelan risiko. Temuan ini diharapkan memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk mengintegrasikan hasil kajian ke dalam kebijakan pembangunan daerah, termasuk RAD-PRB.

Selama sidang, Tim Pengendali Mutu yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Hj. Mimi Arifin, M.Si., Prof. Muh. Anshar, ST., M.Sc., Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Adi Tonggiroh, MT. memberikan sejumlah masukan strategis dan kritis guna menyempurnakan laporan progress kajian. Kabid Litbang menegaskan bahwa laporan akhir nantinya harus menggambarkan dengan jelas kabupaten/kota mana yang memiliki tingkat kerentanan tinggi serta menghadirkan rekomendasi penanganan teknis sebagai dasar arah kebijakan pemerintah daerah.

Menanggapi masukan tersebut, Tim Peneliti menyatakan siap menindaklanjuti dan menyelesaikan kajian sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hasil akhir kajian diharapkan mampu melahirkan Rekomendasi Kebijakan yang bermutu dan aplikatif untuk mendukung upaya mitigasi bencana di Provinsi Sulawesi Selatan, terutama terkait banjir dan longsor. Melalui kajian ini, Bidang Litbang turut mendorong percepatan pembangunan daerah yang lebih tangguh dan sejalan dengan salah satu 20 Capaian Kinerja Gubernur Sulawesi Selatan.

Komentar : ( 0 )

Tinggalkan Komentar

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Jl. Urip Sumoharjo No.269 Km.5 Makassar, Sulawesi Selatan, 90231
Telepon : 0411 - 453486 (Ext.1)

Email : bappelitbangda@sulselprov.go.id, Bappelitbangda22@gmail.com
Statistik Pengunjung
  • Hari ini : 3432
  • Bulan ini : 85681
  • Tahun ini : 596530
TOP
>