Makassar, Bappelitbangda - Rabu (24/9), Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Prov. Sulsel bekerjasama dengan ICRAF Indonesia mengadakan acara Lokakarya Sosialisasi Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau (GGP) Provinsi Sulawesi Selatan secara hybrid, di Hotel Maxone Makassar.

Direktur CIFOR - ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas selesainya penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau Provinsi Sulawesi Selatan, yang merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama pemangku kepentingan dalam mengarahkan pembangunan menuju masa depan yang berkelanjutan, inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Dilanjutkan Staf ahli bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Since Erna Lamba, S.P., M.P mewakili Gubernur Sulsel memberikan sambutan, dimana dengan penyusunan Rencana induk dan peta jalan maka posisi Sulsel sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur dan sebagai pelopor pembangunan hijau yang berbasis data, ilmu pengetahuan dan tata kelola inklusif.
Lokakarya yang diinisiasi oleh Bappelitbangda Sulawesi Selatan yang berkolaborasi dengan ICRAF Indonesia ini bertujuan menyosialisasikan upaya pembangunan berkelanjutan sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim yang telah berdampak nyata di Sulawesi Selatan, seperti bencana banjir dan tanah longsor yang mengancam sektor pertanian.
Dokumen Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau yang disosialisasikan ini bukan sekadar panduan biasa. Dokumen ini berisi kumpulan rekomendasi strategis yang disusun berdasarkan bukti ilmiah dan pendekatan spasial.
Tujuannya adalah untuk mengelola sumber daya alam berbasis lahan secara berkelanjutan dan mendukung visi “Sulawesi Selatan Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan” dalam periode 2025-2045.
Adapun narasumber pada kegiatan ini antara lain Inyo, ST, M.Eng (Kabid Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Prov. Sulsel), Feri Johana (Green Growth Planning and Policy Specialist CIFOR ICRAF Indonesia), Muhammad Alif K.S (Dosen Fak Kehutanan Unhas), A. Sulaiman H. Andi Loeloe (Kadin Sulsel), Rosniaty Panguriseng (YASMIB).








Komentar : ( 0 )