Makassar, Bappelitbangda - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bappelitbangda memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak fenomena El Nino, khususnya terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak El Nino, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bappelitbangda Sulsel, Jumat (11/9/2026). Rapat dipimpin oleh Plt. Kepala Bappelitbangda Sulsel selaku Ketua Tim Fasilitasi TSLP, Irawan Dermayasamin Ibrahim, S.T., M.Si.

Dalam rapat disampaikan bahwa dampak El Nino mulai memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Di Kota Makassar, berdasarkan data awal, kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 20.409 kepala keluarga (KK) atau 70.684 jiwa yang tersebar di 246 RT/RW. Data wilayah terdampak selanjutnya akan dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai dasar dalam menentukan lokasi prioritas bantuan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong keterlibatan dunia usaha dalam mendukung penanganan kondisi tersebut melalui penyediaan air bersih, sarana pengangkutan dan distribusi air, serta bentuk bantuan lainnya sesuai dengan kapasitas masing-masing perusahaan. Dukungan diharapkan tidak hanya diarahkan pada wilayah di sekitar lokasi operasional perusahaan, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain di Sulawesi Selatan yang membutuhkan.
Rapat turut dihadiri Sekretaris Badan, Reza Eggy Pandevi, S.STP., M.M., Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Inyo, S.T., M.Eng., Plh. Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Waode Syarifah Kasmia, S.IP., serta Kepala Subbagian Program, Andi Ahfadh Muzakkar, S.IP. Hadir pula perangkat daerah terkait dan perwakilan sejumlah perusahaan, antara lain PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Semen Tonasa, PT Semen Bosowa, PT Vale Indonesia, PT GMTD, PT Ciputra Group Makassar, dan PT Masmindo.
Para perwakilan dunia usaha menyatakan dukungan terhadap upaya kolaboratif tersebut. Masing-masing perusahaan selanjutnya akan melakukan pembahasan internal untuk menentukan bentuk serta kapasitas bantuan yang dapat diberikan dalam mendukung penanganan dampak El Nino, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pertukaran informasi, peserta rapat menyepakati penggunaan grup komunikasi bersama “Penanganan El Nino 2026” sebagai media berbagi data, informasi, dokumentasi, serta laporan pelaksanaan bantuan.




Komentar : ( 0 )