Makassar, Bappelitbangda - Potensi kedermawanan sosial dan gerakan filantropi di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Berbagai inisiatif lembaga filantropi, komunitas sosial, dunia usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR), serta masyarakat terus berkontribusi dalam merespons persoalan sosial dan pembangunan.
Merespons potensi tersebut, PFI Chapter Makassar menyelenggarakan Members Gathering bertema “Sinergi Filantropi Makassar: Menyatukan Program, Menguatkan Aksi Kolektif”, Kamis (10/9), di Hotel Mercure. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring, menyelaraskan program, dan membangun kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat kontribusi filantropi terhadap pembangunan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin Ibrahim, S.T., M.Si., hadir sebagai narasumber utama pada talkshow “Membaca Arah Filantropi Makassar 2026”, bersama Ketua Forum CSR Sulawesi Selatan Dr. Ir. H. La Tunreng, M.M., IPU; Corporate Affairs Director PT Mars Symbioscience Indonesia, Venny Johan; serta Deputi Direktur Eksekutif BaKTI Foundation sekaligus Koordinator PFI Chapter Makassar, Zussana Gozal. Diskusi dipandu Direktur Blue Forests (Yayasan Hutan Biru), Rio Ahmad. Irawan didampingi Sekretaris Badan, Reza Eggy Pandevi, S.STP., M.M.
Pada sesi diskusi, Irawan memaparkan arah dan prioritas pembangunan Sulawesi Selatan termasuk isu sosial yang menjadi perhatian pemerintah daerah serta ruang kolaborasi yang dapat diperkuat melalui sektor filantropi. Ia menekankan bahwa filantropi tidak hanya berperan sebagai penyalur bantuan sosial, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pencapaian target pembangunan melalui intervensi berbasis kebutuhan, data, inovasi, dan kebijakan daerah. Kolaborasi pemerintah, filantropi, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil diperlukan agar program lebih efektif, terukur, tidak tumpang tindih, serta mampu mengoptimalkan sumber daya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan filantropi yang lebih terintegrasi, strategis, dan berdampak. Melalui penyelarasan program dan penguatan aksi kolektif, potensi kedermawanan dapat diarahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian pembangunan daerah.




Komentar : ( 0 )