Makassar, Bappelitbangda - Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) II dengan fokus pada Kajian Pompanisasi dan Sumur Dalam untuk Pertanian. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bidang Litbang, Gedung G Lantai 4, dan dibuka oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Ristati Rahayu, AP., M.Si, Rabu (19/11).

Sidang ini dihadiri oleh jajaran Tim Pengendali Mutu, yaitu Prof. Dr. Ing. Wahyu H. Piarah, MSME, Dr. Muhammad Syahid, ST., MT., dan Dr. Ir. Masyhur Syafiuddin, MP., serta Tim Peneliti Universitas Hasanuddin, Fungsional Peneliti, Fungsional Perekayasa, Fungsional Analis Kebijakan, dan Staf Bidang Litbang Bappelitbangda Sulsel.
Kajian pompanisasi dan sumur dalam ini ditujukan untuk mendukung peningkatan ketersediaan air bagi lahan pertanian di delapan kabupaten prioritas: Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan peta kekeringan dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ).
Melalui dua metode utama Evaluasi Geologi dengan Geolistrik dan Evaluasi Hidrogeologi, tim berhasil mengidentifikasi potensi akuifer dengan kedalaman bervariasi 10 hingga 300 meter. Kebutuhan air irigasi tanaman unggulan seperti jagung, kacang tanah, dan ubi diperkirakan mencapai 5–10 mm/hari. Temuan ini menjadi landasan dalam menentukan kapasitas pompa serta desain distribusi air yang menyesuaikan kontur lahan.
Dalam arahannya, Ristati Rahayu, AP., M.Si. menekankan pentingnya tindak lanjut dari hasil kajian ini, ia menyampaikan Kami berharap agar hasil penelitian ini dibuatkan rekomendasi kebijakannya. Selain itu, hasil penelitian ini dipetakan sesuai kabupatennya agar pemerintah dapat melakukan analisis daerah mana yang perlu mendapat bantuan langsung agar tepat sasaran. Selanjutnya, hasil kajian ini harus dibuatkan jurnal agar mudah dipublikasi dan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.
Bappelitbangda Sulsel berharap kajian ini dapat menjadi landasan strategis bagi Pemerintah Provinsi dalam merumuskan rencana pembangunan jangka menengah dan panjang, utamanya dalam mitigasi kekeringan dan penyediaan air berkelanjutan. Dengan penguatan kelembagaan petani dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, upaya ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas komoditas unggulan dan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.






Komentar : ( 0 )