Makassar, Bappelitbangda - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan Sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) II pada Senin, 1 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Latimojong. Sidang ini mengusung tema “Kajian Penanganan Banjir di Kawasan Mamminasata” dan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Litbang, Ristati Rahayu, AP., M.Si.

Sidang menghadirkan tim pengendali mutu yang terdiri atas Prof. Dr. Eng. Ir. Farouk Maricar, M.T.PU-SDA, Prof. Dr. Ir. Supratman, S.Hut., MP., dan Dr. Ir. Amir Hamzah Muhiddin, M.Si. Selain itu, turut hadir tim peneliti, pejabat fungsional, serta pelaksana Bidang Litbang.
Dalam pemaparan teknis, tim peneliti menyampaikan capaian analisis terhadap hidrologi, topografi, kondisi empat Daerah Aliran Sungai (DAS) utama—Tallo, Jeneberang, Maros, dan Pappa—serta pemetaan kawasan rawan banjir di wilayah Mamminasata. Pembahasan juga menyoroti sejumlah strategi pengendalian banjir, di antaranya:
1. Penguatan konservasi lahan dan pengendalian pemanfaatan ruang
2. Penyusunan peta rawan banjir sebagai dasar kebijakan tata ruang
3. Pengembangan sistem peringatan dini
4. Penentuan jalur evakuasi dan titik pengungsian
5. Pendekatan struktural dan non-struktural sebagai upaya mitigasi berkelanjutan
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, menegaskan pentingnya merumuskan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan substantif sebelum ditetapkan sebagai dasar penyusunan kebijakan daerah.
“Melalui kajian ini, kita berharap lahir rekomendasi kebijakan yang kuat, berbasis data dan dapat diterapkan untuk mengurangi risiko banjir di Mamminasata,” ujar Ristati Rahayu dalam sambutan pembukaannya.
Hasil Sidang TPM II selanjutnya akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan dokumen kajian. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rujukan strategis bagi Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota dalam merumuskan kebijakan pengendalian banjir yang efektif dan berkelanjutan di kawasan Mamminasata.
Dengan terselenggaranya sidang ini, Bappelitbangda Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk mendorong pengambilan keputusan pembangunan daerah berbasis penelitian, data, dan kajian ilmiah, demi peningkatan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.






Komentar : ( 0 )