Makassar, Bappelitbangda - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengirimkan 27 inovasi daerah untuk bersaing dalam penghargaan bergengsi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri. Meski menjadi langkah strategis, angka ini baru mewakili kurang dari 50% dari total perangkat daerah, menandakan masih adanya ruang luas yang harus diisi dengan kreativitas dan terobosan guna memacu daya saing dan kesejahteraan masyarakat Sulsel.

Menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 000.10/3146/SJ tanggal 18 Juni 2025, Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Prov. Sulsel berhasil mengkoordinir dan mengirimkan 27 inovasi sebelum batas akhir tanggal 23 Agustus 2025. Inovasi-inovasi tersebut berasal dari 22 perangkat daerah, mencakup berbagai sektor pelayanan publik, mulai dari penanggulangan kemiskinan, kebencanaan, kesehatan, hingga pendidikan.
Berikut 27 Inovasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 :
- Bappelitbanda Provinsi Sulawesi Selatan (2 Inovasi): 1). Si Lebah Unggulan: Sistem Kolaborasi Pembangunan Komprehensif dan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan dan 2). Inno-Hub Sulsel (Wadah Koordinasi, Fasilitasi dan Pendampingan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Selatan)
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (1 inovasi) : Si-ANDALAN (Sistem Analisis Data dan Laporan Bencana)
- Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): E-Siap (Elektronik-Sistem Informasi Aparatur)
- Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan (3 Inovasi): 1). SAPA NELAYAN PULAU (Sinergi Akses Pelayanan Administrasi Nelayan Pulau), 2). SULAPA (Suara Laut Aspirasi Nelayan) dan 3). Simpelmo
- Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (1 inovasi): Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi); Gerakan Pendampingan Perpustakan Sistem Kerja Pustakwan Per Wilayah / Kluster (GEMPITA SIJAYA)
- Dinas Kebudayaan Dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (2 Inovasi): 1). SIDAKBUD (Sistem Informasi Data dan Kebudayaan Daerah) dan 2). QRC-MUSKAR (QR CODE MUSEUM KARAENG PATTINGALLOANG)
- Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): Inovasi SAMUDRA (Standar Operasional Prosedur Penerbitan Dokumen Persetujuan Sistem Manajemen Usaha Badan Usaha danm Jasa Terkait Angkitan Perairan)
- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): SI MAS KLIK (Sistem Informasi Klinik Hewan)
- Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): Inovasi E-mon DBMBK (E-Monitoring Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi)
- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi) : Inovasi Mandiri Benih
- Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi) : Inovasi SERASI PERAN (Sertifikasi dan Registrasi Pengembang Perumahan Kualifikasi Menengah)
- Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi) : Inovasi Si Putra (Sistem Informasi PLUT Sulsel Terpusat)
- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi) : Inovasi Sistem Informasi Kawasan Perdesaan (SISWADES)
- Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (2 Inovasi):1). Inovasi DAPUR BESTIE (Digitalisasi Pengajuan Keterangan Bebas Temuan Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan) dan 2). Inovasi e-TLHP (Aplikasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan)
- Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): Inovasi Siap Tertib
- Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): Inovasi DigiPay (Digital Payment) Marketplace Bajubodo
- Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar (1 Inovasi): Inovasi SAT'SETMA (Sadar Tolak Stunting Terpadu Di Wilayah Mamminasata Sulawesi Selatan)
- Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji (1 Inovasi): Inovasi Insting Cerdik (Intervensi Stunting dan Wasting yang Cepat, Responsif dan Komprehensif)
- Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah (1 Inovasi): Inovasi GERUSTANDING (Gerakan Rumah Sakit Tanpa Dinding)
- UPT Pusat Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak Inang Matutu - Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): Inovasi MANJAIN SI IMUT (Manajemen Layanan Informasi Satu Pintu Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak Inang Matutu)
- UPT SMAN 14 BULUKUMBA – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (1 Inovasi): Inovasi Layanan Ajar Sites Kreatif Aktif dan Responsif (SMAN 14 BULUKUMBA (LASKAR SMAEBELS)
Meski patut diapresiasi, capaian ini menyisakan tantangan besar. Dari total 52 inovasi yang berhasil dijaring, hanya 27 yang memenuhi kriteria untuk dikirim. Jumlah ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah perangkat daerah, cabang dinas, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Pemprov Sulsel.
Setiap tahun, Gubernur Sulsel telah mengeluarkan Surat Edaran yang mewajibkan setiap satuan kerja untuk menghasilkan minimal satu inovasi. Namun, realisasinya selalu di bawah 50%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan provinsi lain yang konsisten menjadi pemuncak daftar daerah terinovatif, seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Jawa Barat, yang masing-masing mampu melaporkan lebih dari 100 inovasi setiap tahu
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan lebih berkomitmen dalam mendorong inovasi dan kreativitas dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan Publik. Dan Kami percaya dengan adanya inovasi daerah dapat membantu pemerintah untuk lebih responsif dalam melayani masyarakat serta untuk menyelesaikan masalah nyata masyarakat. Setiap ide, sekecil apa pun, entah itu penyederhanaan prosedur, pemanfaatan teknologi, kreativitas dan kolaborasi adalah sebuah terobosan yang akan mendongkrak kualitas layanan dan daya saing Sulsel. Kami di Litbang siap menjadi pendamping OPD mulai inisiatif, ujicoba hingga penerapan inovasi ke depannya.
Inovasi bukan sekadar untuk meraih penghargaan. Lebih dari itu, inovasi merupakan barometer kinerja pembangunan dan cerminan komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik. Setiap terobosan, sekecil apa pun, memiliki dampak riil: memudahkan masyarakat, meningkatkan efisiensi, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya mendongkrak kesejahteraan bersama.
Tahun 2025 harus menjadi titik balik. Semua pihak, baik ASN di setiap perangkat daerah, lembaga legislatif, hingga masyarakat luas, didorong untuk tidak melihat inovasi sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai peluang untuk berkontribusi membangun daerah.
Mari kita jadikan contoh 22 perangkat daerah yang telah berkontribusi tahun ini sebagai pemicu semangat. Setiap ide, setiap penyederhanaan prosedur, dan setiap solusi atas masalah adalah sebuah inovasi yang berharga. Masa depan Sulsel yang lebih sejahtera dan kompetitif dibangun dari karya nyata kita hari ini. Saatnya bangkit, berkolaborasi, dan berinovasi untuk Sulawesi Selatan yang lebih baik.




Komentar : ( 0 )