Bappelitbangda Sulsel Dorong Percepatan Sanitasi Sekolah Inklusif dan Berketahanan Iklim

Makassar, Bappelitbangda - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik melalui penguatan sanitasi sekolah. Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan “Pertemuan Advokasi Pembangunan Sanitasi Sekolah yang Bersih, Aman, Berketahanan Iklim, dan Inklusif” yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Selasa (14/4/2026).

Mewakili Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Erlan Triska, S.IP, M.Adm.KP, hadir membawakan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sangat ditentukan oleh lingkungan sekolah yang sehat, khususnya melalui akses terhadap Air Bersih, Sanitasi, dan Higiene (WASH).

Dalam forum ini juga dipaparkan potret tantangan sanitasi di Sulawesi Selatan. Tercatat terdapat ribuan satuan pendidikan, mulai dari 6.112 Sekolah Dasar hingga 308 Sekolah Menengah Atas. Namun demikian, lebih dari separuh sekolah dasar masih memiliki fasilitas MCK dengan kondisi rusak ringan hingga berat.

“Penyediaan fasilitas sanitasi yang layak bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan intervensi krusial dalam percepatan penurunan angka stunting dan memastikan anak perempuan tidak absen sekolah akibat keterbatasan fasilitas Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM),” ujar Erlan dalam sambutan tersebut.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan LemINA bekerja sama dengan UNICEF dan didukung oleh WINGS Indonesia. Tujuannya adalah menyebarluaskan keberhasilan model program sanitasi sekolah yang telah diimplementasikan di Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa pada periode 2024–2025.

Di kedua wilayah tersebut, program berhasil menghadirkan berbagai inovasi, seperti pembangunan toilet inklusif, fasilitas cuci tangan berkelompok, serta pelatihan bagi guru dan siswa sebagai Duta Bersih Sehat. Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi oleh 22 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Bappelitbangda, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, hingga Kepala Bappeda/Bappelitbangda dan Kepala Dinas Pendidikan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa keberhasilan program di Maros dan Gowa harus direplikasi secara lebih luas dan sistematis. “Komitmen di atas kertas tidaklah cukup. Strategi sanitasi sekolah harus diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD, serta didukung oleh alokasi anggaran yang proporsional,” tegasnya.

Tags:
Komentar : ( 0 )

Tinggalkan Komentar

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Jl. Urip Sumoharjo No.269 Km.5 Makassar, Sulawesi Selatan, 90231
Telepon : 0411 - 453486 (Ext.1)

Email : bappelitbangda@sulselprov.go.id, Bappelitbangda22@gmail.com
Statistik Pengunjung
  • Hari ini : 3653
  • Bulan ini : 18919
  • Tahun ini : 769767
TOP
>