Makassar, Bappelitbangda - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) I untuk membahas rancangan Quick Research tentang kesesuaian pemanfaatan lahan dan komoditas pertanian berdasarkan ketinggian tempat pada kawasan perhutanan sosial. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bappelitbangda Sulsel, Rabu (28/10/2026), secara luring dan daring. Sidang dipimpin Indra Wahyudi Rahmat, S.STP., MM., mewakili Ketua TPM, Ristati Rahayu, AP., M.Si., serta dihadiri anggota TPM dari kalangan akademisi.
Ketua Tim Peneliti, Dermayana Arsal, S.Hut., MP., Ph.D., menjelaskan bahwa penelitian Tahun Anggaran 2026 ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Selatan untuk mengidentifikasi kesesuaian komoditas berdasarkan karakteristik dan ketinggian lahan. Kajian ini penting mengingat dari 1.036 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Sulawesi Selatan, hanya sekitar 6 persen yang berjalan optimal. Lokus kajian akan dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja, Bantaeng, dan Bone dengan fokus komoditas kopi, kakao, cengkeh, aren/gula semut, dan kemiri.

Metode penelitian mengombinasikan analisis spasial menggunakan citra satelit tahun 2023 dan 2025 dengan pengumpulan data lapangan melalui FGD, wawancara, serta kunjungan lokasi. Hasil kajian ditargetkan berupa laporan akhir, peta kesesuaian lahan, arahan pengembangan komoditas dan pola agroforestri, policy brief, panduan pengelolaan, serta artikel ilmiah.
Dalam pembahasan, anggota TPM menekankan pentingnya pendekatan agroforestri dan pelibatan aktif masyarakat dalam penelitian. Prof. Dr. Ir. Darmawan Salman, M.Sc., mendorong penggalian pengetahuan petani, sementara Prof. Dr. Supratman, MP., menyarankan agar analisis mempertimbangkan fungsi kawasan, kondisi sosial ekonomi, perubahan iklim, dan validasi lapangan. Prof. Dr. Eng. Ir. Farouk Maricar, MT.PU-SDA, turut menekankan penguatan data kuantitatif, konservasi tanah, daya dukung air, serta penyusunan roadmap dan rencana aksi.
Pimpinan sidang meminta tim peneliti memperjelas pemilihan komoditas berdasarkan karakteristik lahan dan ketinggian tempat serta menyempurnakan kesiapan data dan metodologi sesuai masukan TPM. Melalui penelitian ini, Bappelitbangda Sulsel berharap lahir rekomendasi ilmiah dan aplikatif untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, sekaligus menjaga kelestarian fungsi kawasan hutan guna mewujudkan pengelolaan perhutanan sosial yang produktif dan berkelanjutan.




Komentar : ( 0 )