Makassar, Bappelitbangda - Dalam rangka memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Kegiatan Prioritas Tahun Anggaran 2026 sekaligus menilai efektivitas pelaksanaan pembangunan strong point pada Triwulan II Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (23/6), dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Ishak Amin Rusly, ST, MT.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pembangunan yang akuntabel, efektif, dan berorientasi pada hasil. Melalui kegiatan ini, dilakukan peninjauan terhadap capaian berbagai program prioritas BPBD yang telah dilaksanakan selama periode Januari hingga Juni 2026, termasuk pembangunan dan penguatan strong point pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan BPBD menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengukur capaian kinerja program, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan pada semester berikutnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memastikan bahwa seluruh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan prioritas BPBD Tahun Anggaran 2026 telah berjalan sesuai jadwal dan target yang ditetapkan. Sejumlah indikator kinerja utama, seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia kebencanaan, penguatan sistem peringatan dini, serta penyediaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, menunjukkan progres yang positif.
Sementara itu, pembangunan strong point sebagai salah satu program strategis juga memperlihatkan perkembangan yang baik. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi, logistik, dan respons cepat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan. Berdasarkan hasil monitoring, pembangunan infrastruktur pendukung serta kesiapan operasional strong point pada Triwulan II Tahun 2026 telah mencapai target yang direncanakan.




Komentar : ( 0 )