Jawa Barat, Bappelitbangda - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegaskan posisi strategisnya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional melalui partisipasi pada sesi wawancara Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025, yang digelar oleh Kementerian PPN/Bappenas. Pemprov Sulsel terpilih sebagai salah satu dari lima besar finalis nasional untuk kategori Pemerintah Provinsi, sebuah pencapaian yang mencerminkan komitmen kuat daerah dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs ke dalam perencanaan, program, dan inovasi pembangunan.

Pada kesempatan penting ini, Tim SDGs Sulawesi Selatan memaparkan inovasi unggulan Program Mandiri Benih Padi, sebuah program strategis yang mengedepankan penguatan ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, serta pemberdayaan petani lokal melalui model penangkaran benih berbasis zonasi agroekosistem. Pendekatan ini tidak hanya memastikan ketersediaan benih bermutu tinggi secara mandiri di tingkat petani, tetapi juga menghasilkan efisiensi biaya dan stabilitas pasokan benih untuk mendukung musim tanam secara berkelanjutan, Selasa (11/11), di Avenzel Hotel & Convention, Cibubur, Jawa Barat.
Pemaparan dipimpin oleh Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Najamuddin, SE, yang menekankan bahwa Program Mandiri Benih Padi telah berkembang menjadi praktik baik yang mampu memberikan dampak nyata pada berbagai dimensi pembangunan. Didampingi oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Erlan Triska, S.IP., M.Adm.KP., Abd Gaffar selaku Fungsional Madya TPH BUN, serta para Pengelola SDGs Provinsi Sulsel Reza Eggy Pandevi, S.STP., M.M. dan Ardiansyah Aridan, S.STP, tim ini mempresentasikan capaian, inovasi, serta strategi replikasi program kepada panel juri nasional.
Dalam paparannya, Sulawesi Selatan menyoroti penerapan teknologi budidaya, penggunaan varietas unggul lokal seperti Inpari NutriZinc, serta sinergi program dengan sektor kesehatan dan perlindungan sosial. Implementasi Mandiri Benih Padi disebut memberikan kontribusi langsung terhadap pemenuhan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan petani, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketersediaan pangan bergizi, serta SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan agroindustri berbasis benih dan peningkatan produktivitas pertanian di tingkat desa.
Sulawesi Selatan juga menegaskan komitmennya untuk mendukung dan memperkuat implementasi program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memastikan ketersediaan bahan pangan lokal termasuk beras bergizi yang dihasilkan dari varietas unggul. Integrasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa Sulsel tidak hanya membangun program, tetapi juga membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat.
Partisipasi Sulsel dalam tahap wawancara nasional ini menjadi bukti langkah nyata daerah dalam membangun praktik pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berbasis inovasi lokal. Dengan capaian yang telah ditunjukkan, besar harapan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan dapat melaju ke tiga besar nasional Indonesia’s SDGs Action Awards 2025, sekaligus memperkuat posisinya sebagai provinsi rujukan nasional dalam percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.






Komentar : ( 0 )