Pengembangan Model Sinergitas Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dengan Pertanian Perkotaan (Urban Farming)

Makassar, Bappelitbangda - Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Prov. Sulsel, Ristati Rahayu, AP., M.Si membuka sekaligus pimpin sidang Tim Pengendali Mutu (TPM) I. Sidang ini  mengangkat tema Pengembangan Model Sinergitas Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dengan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) Mewujudan Pertanian Berkelanjutan, bertempat di ruang  rapat Bidang Litbang Gedung G lantai 4.

Hadir Tim Pengendali Mutu (TPM), Prof. Dr. Ir. Elkawakib Syam’un, MP, Prof. Dr. Ir. Zuryati Djafar, MT, Dr. Ir. Abd. Haris Bahrun, M.Si, Tim Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Fungsional Peneliti, Fungsional Perekayasa, Fungsional Analis Kebijakan dan staf Bidang Litbang

Penelitian ini merupakan kolaborasi antara Bidang Litbang Bappelitbangda Sulsel dengan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah penduduk perkotaan di Indonesia, bertambahnya volume sampah kota, belum optimalnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, serta berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan. Di sisi lain, urban farming memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan, namun belum terintegrasi secara sistematis dengan pengelolaan limbah.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan model sinergitas antara pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian perkotaan (urban farming) guna mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian pangan masyarakat kota. Penelitian ini bermanfaat dalam membangun kesadaran pengelolaan limbah, mengurangi biaya rumah tangga, mendukung ekonomi sirkular, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang integratif. Berlokasi di Kota Makassar.

Penelitian ini menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 388 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan FGD dengan berbagai pemangku kepentingan, dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM).

Dalam sesi evaluasi para anggota TPM memberikan sejumlah masukan penting terhadap proposal penelitian. Diantaranya menekankan pentingnya pemanfaatan limbah rumah tangga secara bertahap, dimulai dari pengolahan metana sebagai gas rumah tangga sebelum ampasnya dijadikan kompos, serta menyarankan agar penelitian mencakup Kota Parepare dan Palopo, tidak hanya Makassar, dengan data penduduk, volume sampah, dan emisi gas yang jelas. Selain itu perlunya pengolahan limbah non-organik yang belum tergambar dalam proposal.

Kepala Bidang Litbang Bappelitbangda Sulsel, Ristati Rahayu, AP., M.Si berpendapat bahwa belum ada penjelasan tentang kondisi limbah sampah dengan data yang jelas. Selain itu juga penelitian seharusnya berlokasi di 3 area perkotaan di Provinsi Sulawesi Selatan bukan hanya di Makassar saja.

Melalui penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif serta model sinergitas antara pengelolaan limbah rumah tangga dan pertanian perkotaan (urban farming) yang dapat direplikasi oleh seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Sehingga mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian pangan masyarakat kota.

Komentar : ( 0 )

Tinggalkan Komentar

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Jl. Urip Sumoharjo No.269 Km.5 Makassar, Sulawesi Selatan, 90231
Telepon : 0411 - 453486 (Ext.1)

Email : bappelitbangda@sulselprov.go.id, Bappelitbangda22@gmail.com
Statistik Pengunjung
  • Hari ini : 2340
  • Bulan ini : 91212
  • Tahun ini : 602061
TOP
>