Parepare, Bappelitbangda - Dalam rangka implementasi Program Sistem Kolaborasi Pembangunan Komprehensif dan Terpadu untuk Penanggulangan Kemiskinan (Si Lebah Unggulan) Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan program di Kota Parepare.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Bappeda Kota Parepare pada Jumat (23/01). Turut hadir Sekretaris Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Andy, M.Si, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Inyo, ST, M.Eng, perwakilan JICA yaitu Shintani Naoyuki, Prof. Darmawan Salman, dan Manarangga Amir, serta fungsional perencana dan staf Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan.
Sekretaris Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Andy, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan Program Si Lebah Unggulan berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini tidak hanya melihat capaian pelaksanaan program, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan serta memperkuat sinergi antarperangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan,” ujar Dr. Andy.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Program Si Lebah Unggulan merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menekankan kolaborasi lintas sektor dan keterpaduan intervensi, sehingga diperlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, perwakilan JICA, Shintani Naoyuki, menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Parepare dalam mengimplementasikan program secara kolaboratif.
“Kami melihat adanya upaya serius dalam membangun koordinasi lintas sektor. Melalui evaluasi ini, diharapkan praktik-praktik baik yang telah berjalan dapat diperkuat dan direplikasi untuk meningkatkan efektivitas program,” ungkapnya.
Agenda monitoring dan evaluasi difokuskan pada progres implementasi Program Si Lebah Unggulan, kendala yang dihadapi oleh OPD teknis, Bappeda, serta kelurahan, serta praktik baik (best practices) yang diperoleh selama pelaksanaan program. Selain itu, dibahas pula masukan dan rekomendasi untuk penyempurnaan tahapan implementasi ke depan.
Dalam forum tersebut juga dirumuskan rencana tindak lanjut Pemerintah Kota Parepare, khususnya dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan efektivitas intervensi penanggulangan kemiskinan berbasis data.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan Program Si Lebah Unggulan dapat semakin efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Parepare.






Komentar : ( 0 )