Makassar, Bappelitbangda - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bappelitbangda bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat kolaborasi dalam mendorong percepatan swasembada protein nasional berbasis sektor perikanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Percepatan Swasembada Protein Berbasis Produk Perikanan melalui Rumah Inovasi Sulawesi Selatan” yang digelar di Ruang Rapat Bappelitbangda, Selasa (28/04).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN dalam rangka penyusunan policy paper sebagai rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Proses ini juga mencakup pengumpulan serta validasi data guna memastikan kebijakan yang dihasilkan berbasis riset yang kuat dan komprehensif.
FGD dibuka oleh Indra Wahyudi Rahmat, S.STP Mewakili Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Ristati Rahayu, AP, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem inovasi daerah. Sektor perikanan dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber protein masyarakat sekaligus motor penggerak ekonomi lokal berbasis sumber daya unggulan.
Hadir sebagai narasumber dari BRIN, Suryo Hadiyono, ST., MT., Prof. Dr. Ir. Brata Pantjara, M.P., Galih Bramudyas Yogaswara, S.Sos., MPP., serta Yuli Sulastri, S.Sos., M.Si. Para narasumber memaparkan berbagai strategi penguatan inovasi daerah, hilirisasi produk perikanan, serta pengembangan model Rumah Inovasi sebagai pusat integrasi riset, teknologi, dan kebutuhan industri.
Dalam diskusi juga disoroti pentingnya Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) sebagai indikator kinerja inovasi dan daya saing wilayah. Meskipun secara nasional menunjukkan tren positif, masih terdapat kesenjangan antar daerah. Sulawesi Selatan sendiri memiliki potensi kuat pada aspek sumber daya dan pasar, namun membutuhkan penguatan pada dimensi inovasi, teknologi, serta hilirisasi produk berbasis riset.
Selain itu, BRIN memperkenalkan skema pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup sebagai upaya mendorong lahirnya startup berbasis riset. Program ini diharapkan dapat mempercepat komersialisasi hasil penelitian sekaligus menumbuhkan wirausaha inovatif, termasuk di sektor perikanan.
FGD ini secara khusus menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan terkait potensi, tantangan, dan strategi penguatan UMKM produk perikanan di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan perangkat daerah, pelaku usaha, kelompok usaha bersama (KUB), serta perwakilan pemerintah kabupaten.




Komentar : ( 0 )