Makassar, Bappelitbangda - Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar terus diproyeksikan menjadi simpul utama integrasi transportasi di kawasan Indonesia Timur. Melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, pemerintah tengah mempersiapkan pengembangan sistem transportasi antarmoda dan multimoda yang terintegrasi guna meningkatkan konektivitas logistik maupun mobilitas penumpang secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut rencana tersebut, Kementerian Perhubungan bersama para pemangku kepentingan menggelar Rapat Koordinasi Lanjutan dan Peninjauan Lapangan Perencanaan Peningkatan Integrasi Antarmoda di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Selasa (19/5). Pada kegiatan ini, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Ishak Amin Rusly, ST, MT turut hadir bersama Ika Mariescha M. Tanro, ST, M.Si dan Mohammad Nazar Akbar, ST, M.Si (Perencana Ahli Muda).
Rapat koordinasi membahas penataan kawasan pelabuhan, konektivitas layanan transportasi, hingga kebutuhan dukungan infrastruktur multimoda. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan untuk melihat kondisi eksisting serta kebutuhan fasilitas integrasi dermaga seaplane di kawasan CPI Makassar.
Sebagai pelabuhan utama di kawasan timur Indonesia, Pelabuhan Soekarno-Hatta memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi barang, arus logistik, dan pelayanan penumpang antarpulau. Pengembangan integrasi antarmoda ini diharapkan mampu menghadirkan layanan transportasi yang lebih cepat, nyaman, efisien, dan terintegrasi bagi masyarakat.




Komentar : ( 0 )