Makassar, Bappelitbangda - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bappelitbangda turut berpartisipasi dalam Forum Dialog Kebijakan Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, Rabu (30/9/2026).
Mengusung tema “Memperkuat Tata Kelola, Pemanfaatan Berkelanjutan, dan Pembagian Keuntungan yang Berkeadilan”, forum ini menjadi ruang dialog lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapan implementasi kebijakan SDG. Bappelitbangda diwakili A. Dipa Rahayu, S.P., M.Si. dan Kusdiningsih M.T., S.P., M.M., bersama sejumlah perangkat daerah terkait, BRIDA, dan BBKSDA Kemenhut.

Pembahasan meliputi penguatan tata kelola dan pemanfaatan SDG secara berkelanjutan, akses di kawasan konservasi, keterkaitan riset dan komersialisasi, bioprospeksi, pemanfaatan untuk industri farmasi, serta mekanisme pembagian manfaat yang adil, termasuk perlindungan hak masyarakat adat dan komunitas lokal atas pengetahuan tradisional.
Bagi Sulawesi Selatan, SDG memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor pembangunan, seperti pertanian, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, kehutanan, kesehatan, riset dan inovasi, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru. SDG menjadi salah satu modal pembangunan yang perlu dilindungi sekaligus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Penguatan data dan riset juga menjadi perhatian, mengingat Sulawesi Selatan memiliki potensi SDG yang tersebar pada ekosistem daratan, pertanian, kehutanan, pesisir, dan laut. Ketersediaan database yang memuat jenis, lokasi, status, pemanfaatan, penelitian, dan potensi ekonomi SDG diperlukan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data.
Melalui kolaborasi pemerintah, BRIDA, perguruan tinggi, masyarakat adat, komunitas lokal, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, pengelolaan SDG diarahkan untuk memperkuat keterhubungan konservasi, riset, inovasi, pemanfaatan, hilirisasi, dan pembagian manfaat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kekayaan biodiversitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Sulawesi Selatan yang berkelanjutan.




Komentar : ( 0 )